Kali ini anak itu berjalan pulang sekolah sepulang sekolah, ia tau yang dia bawa bukan sobekan tengah buku dengan layang layang dan angka satu nol yang ditulis pulpen merah, sudah tidak ada senyum atau usapan rambut dari kakeknya, tapi ia meyakini pasti dari kejahaun meskipun tidak kasat mata, neneknya di rumah menyiapkan secobek nasi among-among pengantar doanya kepada malalaikat pamomong yang menjaga dan mengantar cucunya pulang sekolah, kakak sepupunya tidak lagi mengomelinya ketika ia ditanya 8x6 dan ia menjawab 54, ia hanya memeluknya kencang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar