Dulu prinsipku adalah "selesai dengan diriku sendiri" sebelum memulai hubungan. Padahal, aku belum memiliki goals yang jelas mengenai konsep tentang "selesai dengan diri sendiri itu seperti apa. Beruntungnya, aku, ya beruntung dalam hal yang tidak begitu beruntung sebenarnya, yaitu aku 'memiliki kesadaran' bahwa ada yang perlu kuselesaiakan dengan diriku sendiri, mengenai penerimaan diri, satu persatu kuusut, adalah tentang banyak hal. Lalu, kalau diceritakan kembali tentang perjalanan lima tahun terakhir ini, apa yang akhirnya dapat kusimpulkan... ya meski perjalanannya belum berakhir, namun setidaknya, dalam perhentian-perhentian tertentu, ada pemaknaan-pemaknaan tentang bentuk-bentuk penerimaan diri.
kalau didefinisikan, manusia yang membersamaiku selama lima tahun ini, menjadi salah satu fasilitator yang mumpuni untuk membantuku mencapai fase "penerimaan diri itu", di lain sisi ia juga bisa kusebut sebagai personal counselor, yang menjadi tempat yang cukup waras aku mengilas balik semua luka-luka masa lalu yang secara tidak langsung menghambat dan membuatku berputar-putar disatu-tempat, walau tentu saja masalalu itu tidak menjadi lebih baik dari sebelumnya, namun aku perlahan menemukan jalan keluar, bahwa tempatku bukan disana. Aku sampai pada kesadaran dimana menerima bukan berati "mengubah dulu seperti yang aku mau, baru aku menerimanya" melainkan apa adanya yang terjadi yang kuterima, dengan tidak memungkirinya, dengan tidak mengelakkannya, itupun cukup untuk disebut sebagai menerima.
kalaupun tampaknya dia hanya membersamai, tapi aku yakin dampaknya cukup besar, tidak terbayangkan tentunya, jika di usia ini, aku belum selesai dengan pergumulanku, aku hanya akan menjadi manusia dewasa dengan kepribadian lontang-lantung yang terjebak di masa lalu. Aku memiliki keberanian untuk mengambil keputusan-keputusan dalam hidup, karena tau ketika aku jatuh masih ada tempat aku untuk memantul dan bangkit lagi.
Aku dapat membedakan hitam dan putih dengan jelas, tidak lagi mencari aman dengan menyusuri zona abu-abu yang paling mudah untuk dipilih, aku setiap waktu diingatkan bahwa aku adalah manusia dewasa yang bertanggung jawab sepenuhnya "hanya" pada diriku sendiri.
Jika ditanya aku bahagia atau tidak? Aku masih kesulitan menjawab, Tapi aku merasa penuh. It's one of my fullfilment phase in my life.
Jadi terimakasih untuk manusia yang dengan kesabarannya, menjadi penjaga terdepan di garis-garis kewarasanku. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar