9/1/2016
Jujurlah pada HATIMU...
Tikar malam tergulung beranjak pagi… pagi sangat pagi.
Sepenggal lagu dari film legendaris yang sebentar lagi akan
tayang sekuel keduanya, ada apa dengan cinta?
Ya, ada apa dengan cinta?
Entahlah setiap penggal lirik lagu selalu bermakna mendalam.
Seperti hari ini, sepenggal lagu Christina Aguilera, Hurt.
“I’m sorry for blaming you… for everything that I
couldn’t do…”
Part itu yang paling aku sukai.
Dan seakan sepanjang sore ini aku menguji sesuatu.
Desember sudah lepas, januari sekarang, terhitung lepas dari
tiga tahun desember waktu itu.
Ya, sesorean ini aku duduk dengan sesorang yang lahir di
bulan desember, aku tak tahu banyak tentang dia. Tapi aku tahu dia lahir bulan
desember,dan tahun lepas tahun aku masih
selalu menyempatkan mengirim selamat di setiap desembernya untuk setiap hari
lahirnya.
Jika gerak bisa dihitung, jika sikap bisa diukur, apa yang
harus ku katakana tentang kekakuan yang tak kunjung melunak.
Tak pernah salah jika kutulis…
“We’re pretend that we’re just fine. But I know from your
eyes that you’re not. Because you’re still keep your hurt that I made few years
ago.”
Ya, aku sering berpikir kalau kami bukan siapa-siapa, ya
terang saja, kami tak pernah kita, dan tak pernah menjadi apa-apa.
Mutiara akan terlihat bulat sempurna, indah dan berkilau
ketika terkalung dileher orang lain.
Namun, ketika berada di leher kita akan nampak jelas bahwa
sebenarnya iya tak bulat sempurna, banyak lekukan.
Ketika bertengger didepan mata kita ia akan kehilangan
kilaunya karena sesikit cahaya yang dapat di pantulkan ke pupil kita. Namun
lain ketika terkalung di leher orang lain.
Sadar, atau sabar, benar-benar sama, apapun yang kami ulas,
kami tuturkan nyatanya tak jauh jauh dari “tentang dulu”.
Saling sindir. Sebenarnya tidak. Tapi kata-kata itu nyatanya
meluncur bak papan selancar yang mendapat ombak tinggi.
Semula aku benar-benar memperhitungkan rasio yang matang,
bahwa aku akan hanya lima belas menit dengan duduk, makan, kaku, lalu pulang.
Tapi hatiku nyatanya berkata lain. Ada banyak hal yang ingin
aku uji, terutama diriku sendiri.
Apakah benar kekakuan yang selama ini menyekat hanya rasaku,
hanya kekakuanku, ataukan benar ada?
Dan itu benar terjawab ketika lagu ini mengalir, ya lagu
yang terakhir ku kirim di sisa-sisa desember dulu.
Seems like it was yesterday when I
saw your face
Ya, seperti benar-benar baru
kemarin, tapi nyatanya sekarang sudah tiga tahun. Terlihat baik dipermukaan
tapi nyatanya?
You told me how proud you were but I walked away
If only I knew what I know today
I would hold you in my arms
I would take the pain away
Thank you for all you've done
Forgive all your mistakes.
There's nothing I wouldn't do
To hear your voice again.
Sometimes I wanna call you but I know you won't be there
Oh, I'm sorry for blaming you for everything I just couldn't do
And I've hurt myself by hurting you
I realize it now
Some days I feel broke inside but I won't admit
Some days I feel broke inside but I won't admit
It’s seems true!
Sometimes I just wanna hide 'cause it's you I miss
And it's so hard to say goodbye when it comes to this
Would you tell me I was wrong?
Would you help me understand?
Are you looking down upon me?
Are you proud of who I am?
There's nothing I wouldn't do
To have just one more chance
To look into your eyes and see you looking back
Oh, I'm sorry for blaming you for everything I just couldn't do
And I've hurt myself, oh, oh, oh.
If I had just one more day
I would tell you how much that I've missed you since you've been away
Oh, it's dangerous
It's so out of line
To try and turn back time
I'm sorry for blaming you for everything I just couldn't do
And I've hurt myself by hurting
you
Tidak ada komentar:
Posting Komentar