22/9/15
menjelma semburat sinar matahari yang mengahangatkanmu
menjelma butir-butir embun yang menetes menyejukkanmu
menjelma pagi yang setiap hari membangunkan tidurmu
diam-diam, diam diam aku di mendekatimu membisu tak ingin engkau
tahu
diam-diam, diam-diam aku ada tanpa hadirnya kau rasa
menjelma iringan awan yang berarak yang meneduhkanmu
menjelma penggal-penggal mimpi yang menyelundupi tidurmu
menjelma rangkaian kata-kata dengan rahasia bercerita
tentangmu
diam-diam, diam diam aku di mendekatimumu membisu tak ingin
kau tahu
diam-diam, diam-diam aku ada tanpa hadirnya kau rasa
diam-diam, diam-diam aku ada tanpa hadirnya kau rasa
diam-diam, diam-diam aku ada tanpa hadirnya kau rasa
aku diam….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar