Kamis, 23 Juni 2016

Lima Hal Tentang Cinta



Apakah kamu sedang jatuh cinta? 5 hal ini akan mengukur sudah sejauh apa kamu mencintainya
1.       Ketertarikan
Kata orang setiap manusia terlahir berpasang-pasangan dengan takdirnya masing-masing. Pernahkah pada suatu hari ketika kita sedang duduk di suatu tempat tiba-tiba lewat sosok yang begitu menawan dan memikat hati? Rasa ketertarikan terhadap lawan jenis adalah hal paling manusiawi dalam diri setiap manusia. Hal tersebut senada dengan pepatah lawas “Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati.” Hal-hal yang melahirkan rasa ketertarikan tak ubahnya adalah hal-hal yang sering kali kasat mata dan sering kali berupa ketertarikan fisik terhadap seseorang. Namun tak jarang ketertarikan juga timbul oleh hal-hal lain yang tidak bersifat badaniah, misalnya karakter. Seorang yang ramah, berkepribadian baik dan dewasa sering kali dapat bertukar posisi menjadi sumber ketertarikan kita. Bahkan bukan hal yang mustahil ketika kita bisa tertarik pada seseorang yang belum pernah kita temui sama sekali, karena kita begitu mengagumi kisah hidupnya misalnya. Atau bahkan banyak pasangan yang terlahir hanya dari percakapan di media sosial. So, banyak sekali hal yang begitu pribadi dan tergantung pada setiap individu yang bisa memunculkan ketertarikan. Dan berbeda-beda pada masing-masing orang. Ketertarikan ini akan memunculkan rasa penasaran yang jika kita ikuti akan membawa kita untuk mengenal dan mencari tahu banyak hal tentang orang tersebut.
Namun rasa ketertarikan masih belum bisa kita sebut cinta, baru sebatas ‘suka’.
“Aku suka caramu berpakaian.”
“Wow, kamu sangat pintar, aku suka.”
“Aku suka bagaimana kamu berpikir.”
“Aku suka pada pandanganmu, caramu melihat dunia.”
Dan dari rasa suka atau ketertarikan inilah dimana ‘cinta pada pada pandangan pertama’ bukan lagi hanya sekedar mitos. Mungkin memang tidak bisa kita katakana bahwa kita bisa mencitai seseorang hanya dengan sekali berjumpa. Tapi lewat proses ketertarikan ini, kita akan mengenali dia lebih dan lebih jauh lagi sehingga membawa kita pada apa yang orang sebut sebagi cinta.
2.       Sayang
Apa bedanya cinta dengan sayang? Ketika kita translate kedalam bahasa inggris toh akan berarti sama yaitu ‘love’. Perasaan sayang bermakna lebih universal. Bahkan ketika kita hendak mengungkapkan perasaan kita terkadang kata ‘sayang’ menjadi diksi yang lebih tepat untuk kita pilih ketimbang kata cinta. Karena makna kata sayang lebih luwes untuk kita sampaikan. Sayang memiliki cakupan tujuan yang lebih luas. Sayang dapat kita tujukan kepada siapa saja bahkan apa saja. Kita dapat mengungkapkan perasaan sayang kita kepada orang tua, sahabat bahkan obyek-obyek tertentu seperti hewan peliharaan atau benda-benda koleksi kita. Rasa sayang yang kita tujukan kepada seseorang memiliki makna bahwa kita menginginkan kebahagian orang tersebut, dan sebisa mungkin kita adalah bagian terpenting dari kebahagiaannya. Melihat orang yang kita sayang bahagia oleh karena sesuatu yang kita lakukan akan melahirkan kebahagiaan pula dalam diri kita. Jadi, kita juga membutuhkan pengakuan bahwa kebahgiaannya adalah karena kita. Bagian terpentingnya, ketika kita menyayangi seseorang kita akan mengusahakan banyak hal untuk membuatnya bahagia, atau bahkan sekedar membuatnya tersenyum. Then, apakah sayang berarti cinta? Belum. Tapi rasa sayang adalah kunci terpenting untuk kita sampai kepada cinta.
3.       Ingin Memiliki
Banyak lagu-lagu melankolis yang bertutur tentang ‘cinta tidak harus memiliki’. So, benarkah cinta tidak harus memiliki? Ketika kita mengingat syair lagu tentang cinta tidak harus memiliki, kita akan teringat pula tentang cinta bertepuk sebelah tangan. Bertepuk sebelah tangan adalah makna kiasan tentang perasaan yang tidak mendapatkan respon yang sama dari orang yang menerimanya.  That’s way, kenapa ada istilah patah hati. Rasa ingin memiliki adalah sebuah kewajaran untuk setiap hubungan. But, rasa ingin memiliki itu tidak sama dengan cinta. Kepemilikan menjadi penting karena menjadi territorial-territorial tertentu yang membatasi hak-hak kita terhadap pasangan kita dari orang lain. Bukankah sebuah hubungan selalu membutuhkan pengakuan. Banyak orang menuntut tentang kejelasan suatu hubungan. Banyak orang mengingini status dengan pasangannya. Lalu sepenting apakah rasa ingin memiliki itu. Entah kita sekedar suka, tertarik atau sayang, kita tentu mengingini bahwa perasaan kita berbalas. Jadi, ketika kita terikat hubungan atau status (yang biasa dideskripsikan in relationship) maka secara otomatis kita akan terikat dengan batas-batas etika kebebasan berhubungan dengan pasangan kita sebagai penghargaan terhadap diri dan pasangan kita. Sesuatu yang disebut status yang mengikat kita dengan hubungan timbal-balik atau yang labih akrab disebut ‘saling’ yang selanjutnya membawa masing –masing pribadi pada suatu pasangan kedalam hal yang kita kenal sebagai komitmen.
4.       Nafsu
Berbicara soal nafsu, manusia secara kodrati memang terlahir dengan nafsu. Karena manusia diciptakan sebagai laki-laki dan perempuan dengan fungsi untuk bereproduksi atau menghasilkan keturunan. Nafsu di sini lebih mudah dideskripsikan secara ilmiah. Perasaan atau hasrat antara dua orang berlainan jenis timbul karena adanya senyawa-senyawa kimia di dalam diri kedua orang tersebut. Salah satu senyawa kimia itu disebut senyawa feromon atau biasa juga disebut hormon pheromones. Senyawa tersebut lang memengaruhi sistem kerja hipotalamus atau otak kita untuk merasakan mempengaruhi kondisi psikologis tubuh misalnya akan terjadi perubahan detak jantung yang semakin cepat, nafas yang menjadi tidak beraturan, suhu tubuh meningkat, berkeringat, dan lain-lain.
Dalam istilah Yunani kita mengenal istilah cinta dalam tiga kata, yaitu Eros, Philia dan Agape. Nah, Eros inilah yang mengandung nafsu. Eros sendiri tidak selalu berarti nafsu yang mengarah pada gairah seksual saja. Eroslah yang melahirkan keinginan untuk selalu bersama dan keberadaan pasangan secara nyata dan juga melahirkan kerinduan.
5.       Cinta
6.      “Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata
‘Aku
turut berbahagia untukmu’”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar