Apakah kamu sedang jatuh cinta? 5 hal ini akan mengukur
sudah sejauh apa kamu mencintainya
1.
Ketertarikan
Kata orang setiap manusia terlahir
berpasang-pasangan dengan takdirnya masing-masing. Pernahkah pada suatu hari
ketika kita sedang duduk di suatu tempat tiba-tiba lewat sosok yang begitu
menawan dan memikat hati? Rasa ketertarikan terhadap lawan jenis adalah hal
paling manusiawi dalam diri setiap manusia. Hal tersebut senada dengan pepatah
lawas “Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati.” Hal-hal yang
melahirkan rasa ketertarikan tak ubahnya adalah hal-hal yang sering kali kasat
mata dan sering kali berupa ketertarikan fisik terhadap seseorang. Namun tak
jarang ketertarikan juga timbul oleh hal-hal lain yang tidak bersifat badaniah,
misalnya karakter. Seorang yang ramah, berkepribadian baik dan dewasa sering
kali dapat bertukar posisi menjadi sumber ketertarikan kita. Bahkan bukan hal
yang mustahil ketika kita bisa tertarik pada seseorang yang belum pernah kita
temui sama sekali, karena kita begitu mengagumi kisah hidupnya misalnya. Atau
bahkan banyak pasangan yang terlahir hanya dari percakapan di media sosial. So,
banyak sekali hal yang begitu pribadi dan tergantung pada setiap individu yang
bisa memunculkan ketertarikan. Dan berbeda-beda pada masing-masing orang.
Ketertarikan ini akan memunculkan rasa penasaran yang jika kita ikuti akan
membawa kita untuk mengenal dan mencari tahu banyak hal tentang orang tersebut.
Namun rasa ketertarikan masih belum bisa
kita sebut cinta, baru sebatas ‘suka’.
“Aku suka caramu berpakaian.”
“Wow, kamu sangat pintar, aku suka.”
“Aku suka bagaimana kamu berpikir.”
“Aku suka pada pandanganmu, caramu melihat
dunia.”
Dan dari rasa suka atau ketertarikan inilah
dimana ‘cinta pada pada pandangan pertama’ bukan lagi hanya sekedar mitos.
Mungkin memang tidak bisa kita katakana bahwa kita bisa mencitai seseorang
hanya dengan sekali berjumpa. Tapi lewat proses ketertarikan ini, kita akan
mengenali dia lebih dan lebih jauh lagi sehingga membawa kita pada apa yang
orang sebut sebagi cinta.
2.
Sayang
Apa bedanya cinta dengan sayang? Ketika
kita translate kedalam bahasa inggris toh akan berarti sama yaitu ‘love’.
Perasaan sayang bermakna lebih universal. Bahkan ketika kita hendak mengungkapkan
perasaan kita terkadang kata ‘sayang’ menjadi diksi yang lebih tepat untuk kita
pilih ketimbang kata cinta. Karena makna kata sayang lebih luwes untuk kita
sampaikan. Sayang memiliki cakupan tujuan yang lebih luas. Sayang dapat kita
tujukan kepada siapa saja bahkan apa saja. Kita dapat mengungkapkan perasaan
sayang kita kepada orang tua, sahabat bahkan obyek-obyek tertentu seperti hewan
peliharaan atau benda-benda koleksi kita. Rasa sayang yang kita tujukan kepada
seseorang memiliki makna bahwa kita menginginkan kebahagian orang tersebut, dan
sebisa mungkin kita adalah bagian terpenting dari kebahagiaannya. Melihat orang
yang kita sayang bahagia oleh karena sesuatu yang kita lakukan akan melahirkan
kebahagiaan pula dalam diri kita. Jadi, kita juga membutuhkan pengakuan bahwa
kebahgiaannya adalah karena kita. Bagian terpentingnya, ketika kita menyayangi
seseorang kita akan mengusahakan banyak hal untuk membuatnya bahagia, atau
bahkan sekedar membuatnya tersenyum. Then, apakah sayang berarti cinta? Belum.
Tapi rasa sayang adalah kunci terpenting untuk kita sampai kepada cinta.
3.
Ingin Memiliki
Banyak lagu-lagu melankolis yang bertutur
tentang ‘cinta tidak harus memiliki’. So, benarkah cinta tidak harus memiliki?
Ketika kita mengingat syair lagu tentang cinta tidak harus memiliki, kita akan
teringat pula tentang cinta bertepuk sebelah tangan. Bertepuk sebelah tangan
adalah makna kiasan tentang perasaan yang tidak mendapatkan respon yang sama
dari orang yang menerimanya. That’s way,
kenapa ada istilah patah hati. Rasa ingin memiliki adalah sebuah kewajaran
untuk setiap hubungan. But, rasa ingin memiliki itu tidak sama dengan cinta. Kepemilikan
menjadi penting karena menjadi territorial-territorial tertentu yang membatasi
hak-hak kita terhadap pasangan kita dari orang lain. Bukankah sebuah hubungan
selalu membutuhkan pengakuan. Banyak orang menuntut tentang kejelasan suatu
hubungan. Banyak orang mengingini status dengan pasangannya. Lalu sepenting
apakah rasa ingin memiliki itu. Entah kita sekedar suka, tertarik atau sayang,
kita tentu mengingini bahwa perasaan kita berbalas. Jadi, ketika kita terikat
hubungan atau status (yang biasa dideskripsikan in relationship) maka secara
otomatis kita akan terikat dengan batas-batas etika kebebasan berhubungan
dengan pasangan kita sebagai penghargaan terhadap diri dan pasangan kita.
Sesuatu yang disebut status yang mengikat kita dengan hubungan timbal-balik
atau yang labih akrab disebut ‘saling’ yang selanjutnya membawa masing –masing
pribadi pada suatu pasangan kedalam hal yang kita kenal sebagai komitmen.
4.
Nafsu
Berbicara soal nafsu, manusia secara
kodrati memang terlahir dengan nafsu. Karena manusia diciptakan sebagai
laki-laki dan perempuan dengan fungsi untuk bereproduksi atau menghasilkan
keturunan. Nafsu di sini lebih mudah dideskripsikan secara ilmiah. Perasaan
atau hasrat antara dua orang berlainan jenis timbul karena adanya
senyawa-senyawa kimia di dalam diri kedua orang tersebut. Salah satu senyawa
kimia itu disebut senyawa feromon atau biasa juga disebut hormon pheromones. Senyawa
tersebut lang memengaruhi sistem kerja hipotalamus atau otak kita untuk
merasakan mempengaruhi kondisi psikologis tubuh misalnya akan terjadi perubahan
detak jantung yang semakin cepat, nafas yang menjadi tidak beraturan, suhu
tubuh meningkat, berkeringat, dan lain-lain.
Dalam istilah Yunani kita mengenal istilah
cinta dalam tiga kata, yaitu Eros, Philia dan Agape. Nah, Eros inilah yang
mengandung nafsu. Eros sendiri tidak selalu berarti nafsu yang mengarah pada
gairah seksual saja. Eroslah yang melahirkan keinginan untuk selalu bersama dan
keberadaan pasangan secara nyata dan juga melahirkan kerinduan.
5.
Cinta
6.
“Adalah
ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah
ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata
‘Aku
turut berbahagia untukmu’”
turut berbahagia untukmu’”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar