Kamis, 23 Juni 2016

Masih



Masih, hujan kedua di bulan November…
Merindukanmu semacam melemahkan syaraf-syarafku.
Debar debar yang membuatku merindukan, meski itu hanya nama atau gambarmu.
Hai, kejauhanmu tak membuatku berhenti menggambarkan parasmu.
Kebaradaanmu yang taidak aku ketahui lintang bujurnyapun tak menyurutkan desir desir yang mendadak datang ini.
Oh, hujankah yang medatangkan kecamuk ini?
Jelas bukan.
Hujan yang mengobatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar