Gelap ini menyelimutiku dengan banyak rasa yang kuterjemahkan sebagai ketakutan
Khawatir, kala mengingat keberadaanmu membatasiku dengan
jarak, lalu ingat aku tak bisa kemana-mana, bagaimana jika ada yang
lebih dekat dan tak berbatas?
Gelisah, dengan rasa takut kehilangan, lalu aku ingat aku bukan siapa-siapa, bagaimana jika ada yang menjadikanmu milik?
Rindu, pada genggaman tangan besarmu, lalu aku ingat aku
bahkan belum pernah merasakan jemarinya, bagaimana jika jari-jari lain
lebih nyaman untuk kau genggam?
Bertanya-tanya, apa kamu mau tau aku rindu, aku ingat bahwa
aku tak pernah mengatakannya, bagaimana kalau kamu mengabaikan dan
menebus rindu-rindu yang lain yang terkatakan?
Risau, kalau-kalau saat kamu kembali kamu lupa jalan ke
rumahku, aku ingat ada begitu banyak rumah yang bisa kau tuju, bagaimana
jika kamu menghafal jalan menuju rumah yang lain?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar