Aku menarik benang-benang penantianku yang mulai kusut
Aku memilin rasa rindu
Mengaitnya dengan setiap ketidakpastian
Lalu merajut helai demi helai dengan harapan
Aku memilin rasa rindu
Mengaitnya dengan setiap ketidakpastian
Lalu merajut helai demi helai dengan harapan
Satu atau dua hari lagi mungkin, rajutan rindu ini terbentuk
Menjadi lembar-lembar ungkapan rasa yang bisa kamu baca polanya
Menjadi lembar-lembar ungkapan rasa yang bisa kamu baca polanya
Jariku tak pernah lelah menari bersama jarum, walau kadang harus terluka olehnya
Tanganku tak pernah jenuh, meski kadang sampai kelu aku bersabar
Tanganku tak pernah jenuh, meski kadang sampai kelu aku bersabar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar