Ada kehangatan yang menjadi candu buatku setiap pagi, bukan secangkir teh, bukan. Tawamu dujung panggilan telepon yang selalu mampu membangunkan syaraf-syarafku yang semula tertidur dalam sekejap.
Tentang apapun yang kuceritakan, yang kau ceritakan, dari mulai jersey bola sampai sayur rebung kuah santan, tak ada yang penting memang, tapi menjadi penting ketika itu adalah suaramu.
Tidak ada gombalan menyanjung yang menggetarkan hati, apalagi rayuan mendayu yang meluluhkan rasa. Hanya guyonan guyonan sederhana, dan cara-cara unik bagaimana kamu memandangku dari sudut pandangmu, selalu mampu membuat aku tergelak dan bahagia.
Ada kerinduan besar, yang semakin lama bukan sekedar tentang rindu terhadap pertemuan.
Tapi menjadi kerinduan untuk hal-hal yang belum pernah kulakukan, semacam rindu untuk membuatkanmu secangkir teh di pagi hari, atau menyibak rambut depanmu saat kamu bangun.
Rasa-rasanya, berkirim pesan, telepon dan perjumpaan tiap akhir pekan tak lagi cukup.
Dan sendiriku semakin hari, semakin membuatku merasa tak cukup lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar