Aku terpekur di sudut meja
Menyapu pandang ke bias-bias abu-abu dari kaca jendela
Lalu melempar penglihatanku ke jam dinding di sisi kiri
Menjelang jam enam
Tak ada tanda-tanda matahari akan terbenam atau tetap mengeram
Langit tak juga berpendar, warnanya tetap sama
Makin petang mungkin, langit justru menghitam
Di sisi kanan, biasanya ia sempatkan melambaikan sulur-surlur jingganya sebelum pergi
Tapi sore ini, mungkin ia lupa
Atau bisa jadi ia tidak pergi lewat sisi kananku
Kalau kamu sudah tau langit abu-abu
Percayalah, tak akan ada jingga di batas cakrawala sana
Kau hanya perlu tau
Dengan atau tanpa jingga, senja tetap tiba
Dengan atau tanpa jingga, senja tetap senja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar