Senin, 11 September 2017

Sepotong Sajak Tentang Rindu

Lagi-lagi aku menuliskanmu
Sepotong sajak tentang rindu
Yang terlalu pagi membangunkanku
Mengusikku untuk mendengar serak suaramu

Diluar jendela langit abu-abu
Aku meringkuk di sudut ruangan
Mengukir-ukir namamu di dinding dengan ibujariku
Kamu bilang, aku tidak sendiri, ada kamu
Aku bukan kesepian, aku biasa sendirian, 
aku cuma merasa kamu dihatiku terlalu memakan banyak ruang

Ah, rinduku tak juga habis, pagi ini
Masih teronggok semua tersisakan
Sama sekali tak berkurang
Semakin menuntut menunggu perjumpaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar