Jumat, 08 September 2017

Semesta Menerjemahkan Rindu

Aku melihat gumpalan-gumpalan abu-abu itu bukan mendung
Ialah pahatan-pahatan rindu
Ialah ukiran-ukiran risau
Ialah pintalan-pintalan rasa kacau

Aku menggigil merasakan udara menusuk-nusuk tulang, ini bukan hawa musim dingin
Inilah kata-kata yang menyublim menjadi tanya
Inilah resah menguap membentuk lara
Inilah kekawatiran yang menjelma doa

Aku menengadah dan butir-butir air yang berjatuhan di wajahku, bukan hujan
Adalah luruhnya endapan dari melelahkannya penantian
Adalah riak-riak kegelisahan
Adalah tetesan-tetesan ungkapan rasa takut kehilangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar